ellrahma

MR - Erzbergrodeo Enduro Cross Training

MR - Erzbergrodeo Enduro Cross Training



The Racedirector trains with the Austrians best

Honda World Motocross skids and wheelies - Nils factory visit

Honda World Motocross skids and wheelies - Nils factory visit


The Honda World Motocross team tears up the Nils factory during their visit to learn more about how lubricants are developed for their factory CRF450R machines. Evgeny Bobryshev and Max Nagl visit the oil manufacturers with the team and after spending the morning in the technical side of the factory, they take their race machines to burn some rubber on the factory floor before heading to the Maggiora MXGP round in Italy.

Tron Light Bike ( Lithium Powered )

Tron Light Bike ( Lithium Powered )



Gotta admit, as a Milwaukee kid there is something about the throaty roar of a Harley Davidson that warms the cockles. But the all-electric Light Cycle modeled after the machines in Tron makes a head-snapping case for whisper-quiet technology.

It is the creation of Parker Brothers Choppers out of Texas and Evolve Motorcycles, a made-in-America startup building electric scooters that are actually a zippy good time. Since the latest Lithium ion batteries are so small (thanks, cell phone engineers!), motorcycle designers can go nuts with new concepts and this $55,000 baby is proof.

But the Parker Brothers still love their internal combustion, so we also checked out their grown-up Green Machine, a modern spin on the old Big Wheel rival built around a Harley Davidson engine. Check it out. Lets talk about it :- http://www.brokeout.com/?page_id=4/en...

Innalillahi, Satu Balita Meninggal Akibat DB di Banyumas

Innalillahi, Satu Balita Meninggal Akibat DB di Banyumas
Balita berumur empat tahun bernama Dani Satria Wibawa, warga Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas meninggal dunia akibat akibat demam berdarah dengue(DBD), Sabtu dinihari.
“Namanya, Dani SW, Ledug RT 05 RW 5 Kecamatan Kembaran. Dinyatakan meninggal pada Sabtu pagi dinhari sekitar pukul 02.05 WIB,” kata Humas RSUD Margono Sukarjo, Parsono, Sabtu.
Parsono mengatakan anak Melki Wibowo ini dirujuk ke RSUD pada 3 Maret lalu dari RS Sinar Kasih, dan langsung masuk ruangan perawatan intensif (ICU).
Kata dia, Dani sempat transfusi darah. Namun, kondisinya semakin menurun. Pada Sabtu pukul 02.05 WIB Dani dinyatakan meninggal dunia.
“Langsung masuk tanggal tiga ditangani ke ICU. Namun pada tanggal 5 Maret tadi pagi 02.05 WIB meninggal dunia,” ujarnya.
Soal kebutuhan tranfusi darah, Parsono menjelaskan, RSUD Margono menyediakan instalasi khusus bank darah kerjasama dengan Palang Merah Indonedia (PMI). Itu sebab, kebutuhan darah di RSUD Margono cukup.
“Rumah sakit sendiri ada instalasi khusus transfusi darah kerjasama dengan PMI. Ada kita, bank darah namanya. Itu ada di situ,” tambahnya.
Ia menegaskan, seluruh biaya perawatan DB di RSUD Margono gratis asal pasien bersedia ditempatkan di sal kelas 3 RSUD.Kendati demikian, tidak seluruh pasien DB tidak dirawat di ruangan khusus.
“Ya tetap berdasar kelasnya,” ungkapnya.
Data di Dinas Kesehatan Banyumas menyebut, Dani adalah korban meninggal akibat DB ke-10. Hingga hari ini seratusan lebih pasien DB dirawat di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas Rawat Inap yang ada di Kabupaten Banyumas.
Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein menetapkan status Kejadian Luar Biasa (DBD) di Banyumas 4 Februari lalu.

Siswi Ini Laporkan Dugaan Tindak Pencabulan yang Dilakukan Gurunya

Siswi Ini Laporkan Dugaan Tindak Pencabulan yang Dilakukan Gurunya
Seorang siswi madrasah tsanawiyah di Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas melaporkan dugaan tindak pencabulan yang dilakukan gurunya beberapa waktu lalu. Siswi kelas VII berinisial Kh (14), melaporkan gurunya yang berinisial TP (39) karena melakukan tindak asusila terhadap dirinya dan juga terhadap siswi lainnya.
Saat diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Markas Kepolisian Resor (Polres) Banyumas, Kh menceritakan dirinya menjadi objek aksi bejat sang guru saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. “Saya seperti dihipnotis dan kemudian dia melakukan tindakannya di sanggar,” katanya kepada petugas, Senin (7/7).
Kepada petugas jaga, Kh mengaku pernah menceritakan kasus yang dialaminya kepada temannya. Saat menceritakannya kepada temannya, Kh sempat terkejut karena temannya juga pernah mengalami kejadian serupa yang dialaminya. “Nggak tahunya, teman yang saya ajak cerita juga pernah mengalami hal yang sama,” jelasnya.
Usai diminta keterangan, korban yang ditemani orang tua dan tokoh pemuda setempat melakukan pelaporan pertama di unit perlindungan perempuan dan anak Polres Banyumas. Menurut penjelasan pendamping korban, Wahyu Santoso, korban terakhir mengalami tindak asusila sekitar awal Februari lalu.
“Setelah kejadian tersebut, korban tidak sekolah selama seminggu karena trauma. Saat itu, dia bilang akan kembali bersekolah jika guru yang bersangkutan dipindahkan,” jelasnya.
Menurut Wahyu, korban pernah bercerita ada beberapa korban lain yang menjadi korban sang guru. Dalam kesehariannya di madrasah tsanawiyah tersebut, jelas Wahyu, TP mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Dia juga menjadi pembimbing ekstrakurikuler pramuka. Aksi yang dilakukan pelaku biasanya di dalam satu ruangan dan hanya berdua saja,” katanya.
Sembuhkan Kesurupan
Selain itu, katanya, pelaku mengaku memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang yang kesurupan. Saat itulah, lanjutnya, korban dibawa pelaku ke dalam ruang sanggar pramuka yang tertutup tanpa ada orang lain.
“Saat itu, pelaku melakukan aksinya. Selesai melakukan aksinya, pelaku sempat mengancam korban dan meminta agar tidak memberitahukannya kepada orang lain. Pelaku mengancam kalau memberitahukan kepada orang lain, nilai korban akan jelek dan korban akan dikeluarkan dari sekolah,” jelasnya.
Masih menurut Wahyu, keluarga korban yang pernah melaporkan perkara tersebut ke kepolisian sektor (Polsek) Purwojati diminta menarik laporannya. Ia mengemukakan pencabutan laporan tersebut didesak beberapa pihak yang ingin agar kasus tersebut tidak mencuat.
“Bahkan, keluarga korban diminta untuk menandatangani kesepakatan damai. Keluarga juga sempat ditakut-takuti, kalau kasus ini sampai ranah hukum akan menghabiskan duit banyak,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun Purwokertokita.com, dalam surat perjanjian yang ditandatangani pelaku dengan orang tua korban, disebutkan agar pihak keluarga tidak menuntut perbuatan pelaku. Kemudian pelaku bersedia untuk dimutasi ke tempat lain dan akan membayar uang penyembuhan sebanyak Rp 1,5 juta.
Sementara itu, kepala satuan reserse dan kriminal Polres Banyumas, Ajun Komisaris Polisi Andi Kadesma mengatakan, pelaporan kasus ini sudah diterima secara lisan pihaknya. Dia berjanji akan melanjutkan pengembangan kasus dugaan pencabulan tersebut.
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, jika ada unsur pidananya kita akan proses dan melakukan pengembangan,” ujarnya.

Komunitas Hindu Klinting Bersiap Sambut Nyepi

Komunitas Hindu Klinting Bersiap Sambut Nyepi
Komunitas masyarakat Hindu yang berada di Desa Klinting Kecamatan Somagede Banyumas saat ini bersiap menyambut Hari Raya Nyepi 1938. Persiapan tersebut sudah dilaksanakan sejak Minggu (6/3) lalu dengan beberapa ritual.
Meski minoritas, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan tetap dijunjung tinggi masyarakat setempat. Kepala Desa Klinting, Sudir mengemukakan selama ini sebelum perayaan Hari Raya Nyepi kerap dilakukan sosialisasi. “Langkah ini dilakukan agar warga bisa menghargai perayaan Nyepi,” katanya saat ditemui di kantor Pemerintah Kabupaten Banyumas, Senin (7/3).
Ia mengemukakan, warga non-Hindu di wilayahnya juga turut membantu kegiatan dalam menyongsong hari besar keagamaan tersebut. Ia mengakui, sudah sejak dulu keberagaman menjadi identitas di wilayahnya. Bahkan, Pura Giri Kendeng yang berada di desa tersebut menjadi pusat perayaan ritual Nyepi di Banyumas.
“Kami tetap saling bergotong royong, bahkan dari kalangan minoritas sendiri ada yang menjadi kepala dusun. Hingga kini, jumlah penduduk pemeluk Hindu di tempat kami mencapai lebih dari 180 jiwa,” jelasnya.
Sementara itu, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kecamatan Somagede, Minoto Dharmo mengemukakan rangkaian peringatan menyongsong Nyepi diawali dengan upacara Melasti di Pantai Selok, Cilacap.
“Saat ini, kami melakukan persiapan untuk sesaji dan keperluan upacara. Besok (Selasa, 8/3) akan dilakukan upacara Tawur Agung,” ujarnya.
Umat Hindu di Desa Klinting akan melaksanakan tapa brata penyepian mulai Selasa (8/3) sekitar pukul 18.00 WIB hingga Rabu (9/3) pukul 18.00 WIB. Ritual ini dilakukan selama 24 jam penuh sesuai dengan keyakinan yang dianut.
Diakuinya, meski merupakan minoritas, mereka terbiasa hidup bersama dengan umat lain, tanpa adanya gesekan antarumat beragama. masih menurut Minoto, masyarakat Desa Klinting sangat menghargai perbedaan dan toleransi yang tinggi.
“Selama peringatan Nyepi tidak pernah ada masalah, mereka (masyarakat) sudah terbiasa. Kami harap pada peringatan tahun ini bisa berjalan lancar,” ujar dia.

Gerhana Matahari di Banyumas Akan Berlangsung Dua Jam

Gerhana Matahari di Banyumas Akan Berlangsung Dua Jam
Fenomena gerhana matahari total yang terjadi seratus tahun sekali pada 9 Maret 2016, hanya bisa disaksikan 11 provinsi di Indonesia. Meski tidak bisa dilihat secara total, gerhana matahari di wilayah Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen, akan terjadi dalam durasi 2 jam 15 menit.
Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Cilacap, Rendy Krisnawan mengemukakan durasi tersebut dimulai pukul 06.19 WIB dan fase puncak berlangsung sekitar pukul 07.23 WIB dan akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.
“Gerhana matahari yang bisa dilihat dari wilayah Yogyakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara sebanyak 85 persen. Artinya, jumlah tersebut yang akan tertutup bayangan bulan,” katanya kepada Purwokertokita.com
Namun, ia meminta warga agar berhati-hati jika ingin menyaksikan gerhana di wilayah tersebut dalam durasi yang lama. Karena itu, ia menyarankan kepada warga yang akan menyaksikan fenomena alam tersebut untuk menggunakan kacamata pelindung.
“Gerhana sebagian justru yang berbahaya bagi kesehatan mata jika dilihat dalam durasi panjang. Sebaliknya, gerhana matahari total tidak berbahaya pada fase puncak, saat matahari tidak terlihat sama sekali,” jelasnya.
Rendy melanjutkan, warga yang berada di wilayah Banyumas dan sekitarnya, kemungkinan besar bisa menyaksikan gerhana matahari total karena secara umum cuaca cerah berawan.
Dari informasi yang dihimpun, gerhana matahari total akan terjadi di 45 kabupaten di 11 provinsi. Sebelas provinsi yang mengalami gerhana matahari total, meliputi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
Copyright © ellrahma. All rights reserved. Template by CB